Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Rizal Fahreza Wirausaha Muda Bidang Pertanian yang Terus Ingin Harumkan Nama Indonesia


Menjadi delegasi Indonesia pada The 2nd Youth Leadhership Program in Agriculture for Belt and Road (South-South Coorporation), April, di Beijing, China menjadi kebanggaan luar biasa bagi wirausaha muda Rizal Fahreza. Wira usaha muda berprestasi tingkat nasional jebolan Kemenpora 2016 ini bisa mengharumkan nama Indonesia di bidang pertanian. (infografis/kemenpora.go.id)
Jakarta: Menjadi delegasi Indonesia pada The 2nd Youth Leadhership Program in Agriculture for Belt and Road (South-South Coorporation), 24-25 April, di Beijing, China menjadi kebanggaan luar biasa bagi wirausaha muda Rizal Fahreza. Wira usaha muda berprestasi tingkat nasional jebolan Kemenpora 2016 ini bisa mengharumkan nama Indonesia di bidang pertanian.   
 
Apa yang dicapai Rizal sampai saat ini menjadi kebangaan tersendiri baginya. Menggeluti wirausaha bidang pertanian bisa mengantarkan dirinya seperti ini. Bahkan, pemuda ini berasal dari petani sayur dan buah biasa dan saat ini sudah menjadi Duta Petani Asean pada acara  “THE ASEAN YOUNG SUCCESS FARMER” pada tahun 2018 yang diselenggarakan di Philipina.
 
"Alhamdulillah saya bisa seperti ini, apa yang saya lakukan di Beijing China waktu lalu untuk mengenalkan iwrausaha saya di bidang pertanian kepada negara Asia bahkan dunia. Dan ternyata mereka memiliki respon yang cukup baik. Ini sesuatu yang membanggakan bagi saya sebagai anak muda yang menggeluti usaha bidang pertanian," katanya Rizal di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (26/4) .  
 
Bisnisnya awal adalah petani sayur dan buah yang terus dibangun dan saat ini menjadi “Agrowisata Garut” dengan nama “Eptilu”. Dan, dalam mempertajam ilmu pengetahuan sebagai petani milenial, Rizal juga memanfaatkan kesempatan sekolah di Amerika dengan fokus pendidikan Bisnis Pertanian.
 
Usaha ini berkorporasi dengan Asosiasi Petani, Lembaga pemerintahan dan Instansi Bisnis lainnya. Agrowisata sebenarnya adalah upaya Rizal untuk mengenalkan betapa indahnya wirausaha di bidang pertanian dan betapa menariknya proses bisnis pertanian. 
 
Untuk diketahui, Rizal Fahreza merupakan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) dan dirinya merintis kebun jeruk sejak dirinya masih kuliah di tahun 2013. Dirinya mengebunkan 1.400 pohon jeruk jenis siam asal Garut di lahan 1,2 hektare dan panen perdana dilakukannya di tahun 2016. Kini Rizal bisa memanen rata-rata 5-10 kg jeruk dari setiap pohon per tahun.
 
Sejak Februari 2017, Rizal membuka kebun untuk dikunjungi masyarakat umum dengan konsep kebun edukasi dan agrowisata. Di kebun yang berlokasi di Kampung Leuwiereng, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, itu para pengunjung dapat memetik sendiri buah jeruk yang sudah matang.
 
Setelah dipetik, pengunjung menimbang hasil petik lalu membayarnya di kasir. Rizal membandrol harga jual jeruk Rp20.000 per kg. Dengan konsep kebun edukasi dan agrowisata itu mampu menyerap hasil panen hingga 600 kg jeruk per bulan.(amr)