Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Deputi II Buka Dialog Pemuda Pesisir di Buton Utara

Selasa, 04 Juli 2017 14:00:00

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Jonni Mardizal mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga membuka kegiatan dialog publik yang diselenggarakan Forum Silahturahmi dan Koordinasi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Pesisir se-Kabupaten Buton Utara-Muna, Sulawesi Tenggara, pada Selasa (4/7) lalu.  Pemuda dan masyarakat pesisir Buton Utara menyambut gembira kehadiran Pejabat Kemenpora, karena baru pertama kalinya ada pejabat dari pusat yang hadir dan memberikan semangat kepada mereka.(foto:arif/kemenpora.go.id)

Buton: Plt. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Jonni Mardizal mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga membuka kegiatan dialog publik yang diselenggarakan Forum Silahturahmi dan Koordinasi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Pesisir se-Kabupaten Buton Utara-Muna, Sulawesi Tenggara, pada Selasa (4/7) lalu.  Pemuda dan masyarakat pesisir Buton Utara menyambut gembira kehadiran Pejabat Kemenpora, karena baru pertama kalinya ada pejabat dari pusat yang hadir dan memberikan semangat kepada mereka. Dialog dengan tema “Dari Pesisir, Indonesia Bangkit” dimaksudkan agar perhatian pemerintah terhadap kepemudaan di desa-desa pesisir Indonesia semakin intens dan program-program pembangunan kepemudaan semakin banyak diarahkan bagi pemberdayaan dan pengembangan pemuda pesisir. Gerakan pemuda pesisir ini muncul lantaran selama ini pemuda dan masyarakat pesisir kurang mendapat sentuhan pemerintah. Dalam sambutannya, Jonni Mardizal mengatakan bahwa, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholders kepemudaan memiliki kewajiban melayani pemuda, yang menurut perintah UU Kepemudaan berdiri di atas 3 pilar yakni penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan pemuda. "Pemuda dimana pun berada, di kota atau di desa, di pesisir atau perbatasan, harus mendapat perhatian pemerintah, agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi pemuda yang memiliki kapasitas dan berdaya saing," kata Jonni. Tantangan pemuda ke depan, lanjut Jonni, semakin kompleks terlebih ketika pemuda harus berkompetisi dengan pemuda dari negara lain di tengah era global yang mau tidak mau, suka atau tidak suka, hadir dihadapi kalau pemuda mau tetap eksis. "Pemuda Indonesia harus memanfaatkan bonus demografi saat ini, dengan cara meningkatkan kapasitas diri dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, jumlah pemuda Indonesia yang hampir mencapai 70 juta orang ini dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia," tambahnya. Kegiatan dialog ini juga bertujuan membahas masalah keterbatasan ketersediaan infrastruktur listrik dan jaringan komunikasi. Hingga kini listrik dan jaringan komunikasi belum dinikmati masyarakat kawasan pesisir Buton Utara, khususnya di Kecamatan Wakorumba Utara dan Kalisusu Utara. Karena itulah, dihadirkan pula pada dialog ini Pimpinan PLN Wilayah Sulselrabar dan Manager Telkomsel Cabang Kendari. Hadir pada dialog ini Bupati Buton Utara H. Abu Hasan, Staf Ahli Ketua BPK RI Abdul Rahman Farisi, SKPD Kabupaten Buton Utara, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Buton Utara, Kepala Sekolah SD, SMP, dan SMA Kabupaten Buton Utara, Tokoh Masyarakat, dan Organisasi Kepemudaan yang ada di Kabupaten Buton Utara. (rif)

Bookmark and Share
Juli 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31