Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diberitahukan bahwa saat ini Call Center Kemenpora (1500 928) sudah aktif kembali.

Deputi II Terima Pemenang Esai “Write to China” Indonesia-Tiongkok

Kamis, 20 April 2017 15:00:00

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal menerima kunjungan pemenang Kompetisi Esai Write to China di Auditorium Wisma Menpora, Kantor Kemenpora, Jakarta, hari Kamis (20/4) siang. Peserta Kompetisi itu terdiri dari 20 pemuda Tiongkok dan 20 pemuda Indonesia yang melakukan studi banding di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Bali selama 10 hari. Sebelumnya para peserta telah melakukan studi banding di Tiongkok.(foto:dok/kemenpora.go.id)

Jakarta: Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal menerima kunjungan pemenang Kompetisi Esai Write to China di Auditorium Wisma Menpora, Kantor Kemenpora, Jakarta, hari Kamis (20/4) siang. Peserta Kompetisi itu terdiri dari 20 pemuda Tiongkok dan 20 pemuda Indonesia yang melakukan studi banding di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Bali selama 10 hari. Sebelumnya para peserta telah melakukan studi banding di Tiongkok. 
 
Kerjasama di bidang kepemudaan antara Indonesia dan Tiongkok telah berlangsung sejak lama, antara lain melalui Indonesia-China Youth Exchange Program yang diselenggarakan oleh Kemenpora atau program lainnya seperti Kompetisi Esai Write to China yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia. Program-program kerjasama tersebut diharapkan dapat lebih mempererat persaudaraan, saling pengertian khususnya cultural understanding antara pemuda Indonesia dan pemuda Tiongkok.
 
“Kerjasama di bidang kepemudaan antara Indonesia dan Tiongkok sebetulnya sudah berlangsung lama, terlebih pasca ditandatanganinya Memorandum of Understanding pada tahun 2008, yang kemudian diimplementasikan dalam program Pertukaran Pemuda Indonesia-Tiongkok. Sejak 2008 sebanyak 100 pemuda Indonesia dan 100 pemuda Tiongkok setiap tahunnya mengikuti program pertukaran pemuda ini, kecuali pada tahun 2017 program tersebut dihentikan sementara,” kata Jonni dalam sambutannya.
 
Sementara itu, Founder of Foreign Policy Community of Indonesia Dino Pati Djalal mengatakan, pemuda Indonesia tidak boleh takut pada globalisasi tetapi sebaliknya harus terbuka dan terus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri di era globalisasi saat ini. “Kita harus belajar pada pemuda Tiongkok yang membuka diri terhadap setiap perubahan global yang terjadi dan itulah yang menjadi kunci keberhasilan pemuda Tiongkok membangun bangsanya,” ujarnya.
 
Deputy Secretary of the Chinese Youth League Fujian Provincial Committee sekaligus sebagai Ketua Delegasi peserta Tiongkok Lan Mingshang dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Indonesia khususnya Kemenpora bagi peserta Tiongkok. 
 
“Kami sangat terkesan dengan keramahan bangsa Indonesia, sikap toleransi dan keindahan negara ini,” katanya. Pihaknya berharap, kerjasama Indonesia-Tiongkok di bidang kepemudaan terus dilanjutkan, karena pemuda Tiongkok masih harus belajar banyak dari pemuda Indonesia, khususnya dalam hal membangun hidup yang toleran di tengah keberagaman masyarakat. (vin)
Bookmark and Share
Nopember 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30