Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diberitahukan bahwa saat ini Call Center Kemenpora (1500 928) sudah aktif kembali.

Tak Ingin Kuantintas Atlet Pencak Silat Menurun, Kemenpora Lakukan Penggalian Bakat Usia Dini

Minggu, 17 Desember 2017 11:00:00

Penguatan pembinaan atlet mulai dari usia dini terus dilakukan Kemenpora. Salah satunya yakni dari cabang olahraga asli Indonesia Pencak Silat yang sampai saat ini terus 'mengembangkan sayapnya' di kanca Asia dan dunia. Kemenpora yang selama lima hari (12-16 Desember 2017),di Hotel Jayakarta, Jakarta, lalu menggelar Pelatihan Instruktur Identifikasi Bakat Atlet Pencak Silat menghasilkan beberapa tenaga instruktur pencari bakat atlet pencak silat usia dini. (foto:dok/kemenpora.go.id)

Jakarta: Penguatan pembinaan atlet mulai dari usia dini terus dilakukan Kemenpora. Salah satunya yakni dari cabang olahraga asli Indonesia Pencak Silat yang sampai saat ini terus 'mengembangkan sayapnya' di kanca Asia dan dunia. Kemenpora yang selama lima hari (12-16 Desember 2017),di Hotel Jayakarta, Jakarta, lalu menggelar Pelatihan Instruktur Identifikasi Bakat Atlet Pencak Silat menghasilkan beberapa tenaga instruktur pencari bakat atlet pencak silat usia dini.       
 
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan tenaga instruktur pencari bakat atlet pencak silat usia dini, dengan adanya para instruktur ini diharapkan akan lebih banyak lagi ditemukan atlet-atlet pencak silat potensial untuk dibina dan dikembangkan agar memperoleh prestasi optimal. " kata Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Marheni Dyah Kusumawati.
 
"Saat ini kuantitas atlet usia dini pencak silat cenderung menunjukan penurunan, jika dibiarkan dikhawatirkan 10-15 tahun ke depan kita akan kekurangan atlet pencak silat, oleh karenanya pada kesempatan ini kami melatih para pelatih pencak silat serta guru-guru sekolah dasar agar memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi bakat atlet pencak silat usia dini, sehingga diharapkan keberlangsungan prestasi pencak silat kita dapat terjaga," tambahnya 
 
Masih menurut Marheny "Kami berharap dari 150 peserta yang hadir, minimal setiap orang dapat menemukan 1 atlet pencak silat usia dini berbakat, maka kita akan memperoleh 150 atlet potensial untuk dibina dan dikembangkan di sentra pembinaan olahraga prestasi. Mulai sekarang jangan lagi mengidentifikasi bakat atlet pencak silat usia dini secara tradisional tetapi harus mulai memanfaatkan dukungan IPTEK agar akurasi terhadap pencapaian prestasinya dapat terealisasi," tambahnya 
 
Salah satu peserta yang juga menjabat sebagai Koordinator Kelompok Kerja Guru (KKG) SD di Kota Bekasi Aris Nugraha mengatakan senang diberikan materi identifikasi anak berbakat pencak silat. "Dengan begitu kami bisa mendeteksi para siswa yang berpotensi untuk jadi atlet silat, " katanya. Sementara Ketua Pelaksana Yayan Rubaeni menyampaikan kegiatan ini diikuti oleh 75 orang pelatih pencak silat dan 75 orang guru olahraga Sekolah Dasar yang diwilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. (dok)
 
 
Bookmark and Share
Januari 2018
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31