Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Sesmenpora: Gerakan Keluarga Berolahraga Sangat Penting Mendukung Semaraknya Asian Games 2018

Selasa, 16 Mei 2017 14:00:00

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto didampingi Staf Ahli Menpora Bidang Politik Yuni Poerwanti memberikan arahanya dalam rapat Gerakan Keluarga Berolahraga (Gelora), Selasa (16/5) siang di Ruang Rapat Lantai 3, Kemenpora, Jakarta. Hadir dalan rapat tersebut eselon III dan IV di lingkungan Kemenpora dan perwakilan dari guru olahraga SMUN 9 Bekasi. (foto:raiky/kemenpora.go.id)

Jakarta : Sesmenpora Gatot S Dewa Broto didampingi Staf Ahli Menpora Bidang Politik Yuni Poerwanti memberikan arahanya dalam rapat Gerakan Keluarga Berolahraga (Gelora), Selasa (16/5) siang di Ruang Rapat Lantai 3, Kemenpora, Jakarta. Hadir dalan rapat tersebut eselon III dan IV di lingkungan Kemenpora dan perwakilan dari guru olahraga SMUN 9 Bekasi.
 
Dalam arahan, Sesmenpora menyampaikan dukungannya terhadap Gerakan Keluarga Berolahraga (Gelora). “Pada prinsipnya kami mendukung. Berkaitan dengan anggaran, sejauh itu memungkinkan pasti kita bantu. Karena kita ingin mengkondisikan bahwa ibu Yuni tidak sendirian dalam mengerakan Gelora ini. Bahkan, kita bisa menggandeng pihak lain untuk mensukseskan Gelora ini,” ucapnya.  
 
Masih katanya, tahun ini adalah tahun olahraga menjelang Asian Games 2018. Karena itu, jangan sampai apa yang kita lakukan ini tidak terekspos oleh media.  “Sebagus-bagusnya produk yang kita punya tapi  kalau tidak terpublikasi maka  tidak akan ada hasilnya. Sehingga perlu ada publikasi dari media. Nanti saya bisa bantu dari sisi media,” ucap Sesmen.
 
Sementara itu, Yuni Poerwanti mengatakan, bahwa Gerakan Keluarga Berolahraga merupakan gerakan berolahraga untuk membangun bangsa yang dilandasi karakter, nilai dan etika mulai dari keluarga. Jadi, kalau dalam keluarga bisa diperhatikan secara serius maka dapat mencerdaskan kehidupan bangsa.  
 
“Gagasan ini muncul dengan melihat kondisi belum optimalnya olahraga menyentuh masyarakat unit terkecil khususnya keluarga dan masih rendahnya kebugaran jasmani masyarakat, maka perlu sinergi seluruh stakeholder serta keterlibatan seluruh Kementerian/Lembaga dan swasta.” ucapnya.
 
Hal in dapat dilihat dari data  BPS,  penduduk 10 tahun keatas yang berolahraga,  tahun 2003 hanya 25% , tahun 2006, hanya 23% , tahun 2009 hanya  21%  semakin menurun dan tahun 2014 hanya 24%. Dengan demikian dengn mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga maka kita tentu akan mengalami kendala yang terkait dalam upaya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia secara jasmania, rohania, sosial dan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur, sejahtera dan demokrasi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
 
Menurutnya, gagasan ini sangat erat kaitannya dengan program Ayo Olahraga nantinya akan berbentuk peraturan menteri (Permen) yang dapat diacu oleh daerah-daerah sehingga dapat digunakan untuk membuat peraturan daerah dan peraturan desa tetapi tetap harus ada pilot project olahraga untuk keluarga, semoga kegiatan ini dapat cepat terealisasi.
 
Selain itu, Yuni juga akan menggandeng Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan."Dengan rajin berolahraga, berarti masyarakat akan sehat dan BPJS tidak akan menanggung banyak biaya pengobatan, dan dengan sendirinya iuran BPJS bisa diturunkan, bukan malah dinaikkan," katanya. (rep)
Bookmark and Share
Juli 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31