Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diberitahukan bahwa saat ini Call Center Kemenpora (1500 928) sudah aktif kembali.

Siaran Pers No. 27/Kemenpora/VIII/2017: Dana Kemenpora Untuk Sea Games 2017

Jumat, 11 Agustus 2017

(Jakarta, 11 Agustus 2017). Kemenpora melalui Siaran Pers ini menyampaikan hak jawab atas pemberitaan yang termuat  di Harian Kompas  (halaman 27) pada tanggal 11 Agustus 2017 dengan judul: Dana SEA Games Tersendat – KOI Baru Terima Rp 30,5 milyar. 

 

Terhadap pemberitaan tersebut, penjelasan Kemenpora adalah sebagai berikut:

  1. Sebagaimana sudah tersebut pada hak jawab juga pada Harian Kompas melalui Siaran Pers No. 25 tanggal 4 Agustus 2017, Kemenpora mampu menambahkan bantuan yang semula hanya Rp 30,5 milyar menjadi Rp 41,5 milyar dalam waktu yang sangat singkat meskipun KOI dan para pihak lain menyadari bahwa anggaran yang semula direncanakan hanya Rp 30,5 milyar. Itu semua adalah sebagai bagian dari demikian besarnya perhatian Kemenpora terhadap kepentingan persiapan atlet ke Sea Games.
  2. Sangat disayangkan bahwa Sdri. Plt Sekjen KOI seakan-akan menyudutkan Kemenpora melalui pernyataannya bahwa KOI hanya menerima Rp 30,5 milyar. Seharusnya yang bersangkutan bisa menjelaskan bahwa meski yang diterima KOI hanya Rp 30,5 milyar, namun untuk anggaran yang lain masih sedang berproses, karena faktanya pada tanggal 11 Agustus 2017 sudah diterima oleh KOI juga anggaran sebesar Rp 4,8 milyar. Itu belum termasuk anggaran sebesar Rp 5 milyar yang dikelola melalui PRIMA (yang otomatis sudah langsung sedasng dibelanjakan oleh PRIMA) dan Rp 1,2 milyar melalui federasi olahraga lain. Praktis hanya yang Rp 1,2 milyar yang hanya hitungan jam akan segera dicairkan.
  3. Selain itu, yang bersangkutan juga harus menyadari, bahwa keterlambatan itu juga di antaranya karena penanda-tanganan MoU antara Kemenpora dan KOI baru terlaksana pada tanggal 1 Agustus 2017 malam. Dan itupun setelah Kemenpora dalam rapat secara mendadak bersama KOI serta yang mewakili CDM dan Kasatlak PRIMA pada tanggal 31 Juli 2017 menuntut KOI untuk secepatnya MoU dengan Kemenpora, karena keterlambatan MoU akan berakibat memperlama proses pencairan yang bukan lagi berada di ranah Kemenpora sepenuhnya. Bisa dibayangkan bila saat itu terjadi keterlambatan MoU setelah tanggal 1 Agustus 2017.
  4. Bahkan Kemenpora tidak menerapkan dua termin termisah seperti untuk dana fasilitasi Olimpiade tahun 2016, karena langsung 1 termin. Ini semata-mata untuk tidak mengganggu psikologis atlet.
  5. Sebagai informasi dari KPPN, per tanggal 10 Agustus 2017 siang, anggaran sebesar Rp 30,5 milyar tersebut masih wutuh sama sekali belum digunakan untuk pembelanjaan di rekening KOI, karena Kemenpora memiliki data yang valid.
  6. Point utama yang ingin disampaikan Kemenpora kepada KOI atau siapapun pihaknya agar sama-sama bekerja keras tetapi tidak menciptakan situasi yang kurang kondusif bagi tujuan peningkatan prestasi atlet di Sea Games. Karena siapapun yang membaca judul dan berita di Harian Kompas tersebut tentu akan mempersepsikan bahwa pernyataan itu akan sangat mengusik perasaan psikologis atlet dan pihak-pihak yang sedang bekerja keras termasuk KOI juga untuk peningkatan prestasi di Sea Games tahun 2017, yang beberapa cabang olahraganya sudah akan mulai dipertandingkan besok pagi tanggal 12 Agustus 2017 meskipun  pembukaannya pada tanggal 12 Agustus 2017.

---------

Sesmenpora (Gatot S Dewa Broto, HP: 0811898504, email: gsdewabroto@gmail.com, twitter: @gsdewabroto).

Desember 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31