Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Siaran Pers No. 20/KEMENPORA/6/2017: Klarifikasi Masalah Honor Atlet dan Kaitannya Dengan Persiapan Menuju Sea Games 2017

Kamis, 15 Juni 2017

(Jakarta, 15 Juni 2017). Pada tanggal 15 Juni 2017 telah berlangsung rapat koordinasi di kantor Menko Bidang PMK mengenai persiapan Kontingen Indonesia yang akan diberangkatkan ke event Sea Games tahun 2017. Rapat dipimpin oleh Plt Deputi Menko PMK Bidang Kebudayaan Nyoman Shuida, dan dihadiri oleh Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, CDM (Chief de Mission) Konringen Indonesia Aziz Syamsuddin, Plt Deputi 4 Kemenpora Washinton, Kepala Satlak PRIMA Achmad Sutjipto, Wakil Bendahara KOI Adinda Yuanita, dan sejumlah pejabat dari Menko PMK, Kemenpora, KONI, dan PRIMA.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kemenpora menyampaikan paparannya sebagai berikut. Yang terkait dengan persiapan kontingen:

  1. Saat ini ada sekitar 780 atlet yang berada di bawah pembinaan PRIMA, dimana ditargetkan sekitar 450 an yang akan dikirimkan pada Sea Games tahun 2017. 
  2. Kebutuhan waktu  cukup lama untuk penetapan (meskipun KOI kemudian menyampaikan pemberitahuan dead-line pengiriman tanggal 20 Juni 2017), semata-mata karena dinamika (promosi dan degradasi pada atlet PRIMA) pada sejumlah cabang olahraga tertentu, terutama cabang olahraga beregu.
  3. Sesuai komunikasi Kemenpora dengan PRIMA, minggu ini data permintaan KOI akan segera dikirimkan ke Kemenpora dan untuk selanjutnya ke KOI.
  4. Indonesia akan mengikuti 34 cabang olahraga dari total sebanyak 38 cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
  5. Kemenpora sangat berharap bahwa tim yang dikirim adalah yang ditargetkan meraih medali emas dan atau perak.
  6. Sebagai bentuk optimalisasi pencapaian prestasi, Kemenpora mendorong KOI untuk lebih memberikan akses ID Card pada officer tertentu lain untuk tetap mendapatkan akses semisal di Wima Atlet dan Venue Pertandingan. Ini belajar dari pengalaman Olimpiade Rio Tahun 2016 dan Islamic Solidarity Games Tahun 2017.

Sedangkan yang terkait dengan penganggaran:

  1. Anggaran yang tersedia untuk keberangkatan Kontingen Indonesia ke Sea Games tahun 2017  (tanggal 19 sd 31 Agustus 2017) adalah sebesar Rp 30,5 milyar, sedangkan untuk Asean Para Games (tangga l17 sd 23 September 2017) sebesar Rp 11 milyar.
  2. Sesuai ketentuan, Kemenpora menunggu KOI untuk menyampaikan surat permintaan kebutuhan anggaran Sea Games. Dan selanjutnya, Kemenpora akan mengagendakan waktut untuk MoU antara PPK Kemenpora dengan KOI dalam rangka penyaluran bantuan sebesar Rp 30,5 milyar.
  3. Berbeda dengan saat menjelang Olimpiade Rio tahun 2016 dimana proporsi penyaluran bantuan anggaran adalah sebesar 70% terlebih dahulu, dan sisanya 30% akan diberikan jika penggunaan 70% yang dimaksud sudah dipertanggung-jawabkan. Pola ini menurut pengalaman berpotensi menimbulkan kegaduhan, sehingga sesuai ketentuan dimungkinkan untuk disalurkan langsung tanpa ber-termin.
  4. Pola penyaluran bantuan fasilitasi untuk Sea Games ini akan dilakukan dengan 100% dengan batas penyerahan LPJ Keuangan dan Kegiatan tepat waktu sesuai MoU.
  5. Memastikan Standar Biaya Masukan Yang akan digunakan dalam penyaluran biaya persiapan dan fasilitasi ini menggunakan SBM yang dikeluarkan Kementerian Keuangan  setelah direview oleh Inspekrorat dan Biro Hukum Kemenpora.
  6. Catatan dari BPK,: a. Pertanggung-jawaban penggunaan anggaran Sea Games 2017 harus lebih baik dibandingkan pada event-event internasional sebelumnya; dan. b. Harus ada pengadministrisian sebelum berangkat ke Setneg meskipun bukan PNS (sebagian besar ber-passport Hijau).

Akan halnya masalah persiapan keberangkatan:

  1. Kemenpora akan lebih mengintensifkan koordinasi dengan CDM Sea Games, KOI dan PRIMA, khususnya terkait dengan masalah pengucuran anggaran.
  2. Jika Sea Games tahun 2015 berlangsung pada tanggal  5 sd  16 Juni 2015, maka pelepasan kontingennya oleh Presiden Joko Widodo adalah pada tanggal 26 Mei 2015. Untuk pelepasan kontingen Sea Games tahun 2017, diusahakan paling lambat minggu terakhir bulan Juli 2017 (mengingat jika bulan Agustus 2017 sudah penuh dengan acara-acara kenegaraan rangkaian HUT RI tahun 2017).
  3. Namun demikian, jika pun pada minggu pertama Agustus 2017, masih ada blessing-nya, karena terkait dengan suasana heroik dan nuansa Merah Putih sehingga makin membangkitkan semangat para atlet.
  4. Sehubungan dengan itu, Kemenpora dan KOI akan mulai berkoordinasi dengan Deputi Protokol Setneg RI untuk agenda pelepasan kontingen dengan didahului pengiriman surat dari Menpora kepada Presiden RI.
  5. Kemenpora akan lebih mendorong CDM Sea Games dan KOI untuk terus secara berkala melakukan komunikasi dengan para wartawan.
  6. Kemenpora akan mendorong CDM Sea Games dan KOI agar event Sea Games harus menjadi bagian dari promosi massiv menjelang Asian Games dan Asian Para Games tahun 2018 dengan membawa sejumlah merchandise dan sarana promosi yang harus sangat menarik.
  7. Catatan tambahan yang perlu diantisipasi: a. Kebutuhan logistik, yaitu barang-barang pertandingan yang akan dibawa beberapa hari sebelumnya ke Malaysia untuk antara lain cabang olahraga panahan, bowling, sepeda, atletik / galah, anggar dan lin-lain; b. Unsur jumlah kontingen  beserta CDM dan jumlah atlet harus proporsional khususnya jumlah manager dan pelatih (sekitar 170 an), CDM dan officials (timpilihan CDM mungkin 10, tim teknis PRIMA mungkin sekitar 21 yang terdiri dari HPD, medical dokter, psikolog, fisioterapi, S & C, technical  analyst dan lain-lain, tim KOI mungkin maksimal 8, tim Kemenpora sekitar max 10 – 12 termasuk Menpora, Sesmenpora, Deputi IV dan lain sebagainya. Total ada 60 orang untuk mendapatkan ID Card all Access pada Sea Games; c. Untuk perlengkapan kontingen sebaiknya pertengahan Juni 2017 sudah tersedia dan dibagikan (seperti jas, tas, handuk, koer dan lain-lain) oleh KOI. Tidak boleh terulang lagi keterlambatan; dan d. Sebagian pertandingan sudah akan mulai dilakukan pada tanggal 12 Agustus 2017 sebelum Opening seperti berkuda, sepakbola, polo air dan lain-lain.

Dalam rapat koordinasi tersebut, dijelaskan juga mengenai kehebohan masalah tersendatnya pengucuran anggaran, yaitu:

  1. Pemberiaan  honorarium kepada Atlet, Pelatih, dan Pengelola PRIMA secara yuridis formal merupakan implementasi dari ketentuan Pasal 12 ayat (2), Pasal 19 ayat (2) dan Pasal 42 ayat (1) Perpres No. 15 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Perpres No.  22 Tahun 2010 tentang Program Indonesia Emas.
  2. Secara factual/kenyataan akhir-akhir ini muncul polemik di berbagai media massa mengenai keterlambatan dan/atau tertundanya pencairan honorarium Atlet, Pelatih, dan Pengelola PRIMA yang dapat berdampak strategis terhadap persiapan menuju Sea Games 2017 dan Asian Games 2018 dikarenakan skema pencairan honorarium dengan system transfer secara langsung kepada penerima melalui KPPN harus dipastikan validasi data berlapis dan terintegrasi antara lain NPWP Penerima sehingga dari 1000 (seribu) data Penerima ditemukan  beberapa kesalahan dan/atau kekeliruan dapat berakibat otomatis tertolak oleh system.
  3. Skema pencaiaran melalui transfer dari KPPN kepada masing-masing penerima honorarium sesungguhnya merupakan upaya untuk meningkatkan akuntabilitas dan mendorong percepatan gerakan Non Tunai.  Hal ini sebagai pelaksanaan dari ketentuan PMK No. 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan PMK. No.  230/PMK.05/2016 tentang Perubahan atas PMK. No. 162/PMK.05/2013 tentang Kedudukan dan Tanggung Jawab Bendahara pada Satuan Kerja Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
  4. Namun demikian, kesiapan aspek teknis administrasi berupa belum tersediannya database Atlet, Pelatih dan Pengelola PRIMA menjadi salah satu kendala terlambat dan/atau tertundanya pencairan honorarium tersebut.
  5. Sejak tanggal 12 Juni 2017 sampai dengan saat ini keterlambatan pencairan honorarium  Atlet, Pelatih dan Pengelola PRIMA telah diselesaikan dengan rincian sebagai berikut : a. Honorarium Atlet, Pelatih dan Pengelola  bulan April 2017 sebanyak 899 (delapan ratus Sembilan puluh Sembilan)  orang dan bulan Mei 2017 sebagai 1063 (seribu enam puluh tiga) orang telah terbayarkan dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp. 15.398.500.000,- (lima belas milyar tiga ratus Sembilan puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah); dan b. Honorarium Atlet dan Pelatih penyandang disabilitas (cacat) bulan Ferbruari, Maret, April dan Mei 2017 sebanyak 245 (dua ratus empat puluh lima) orang  telah terbayarkan dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp. 7.884.000.000,- (tujuh milyar delapan ratus delapan puluh empat miyar rupiah).
  6. Dalam upaya perbaikan mekanisme pencairan honorarium Atlet, Pelatih dan Pengelola PRIMA, Kementerian Pemuda dan Olahraga sedang mencari terobosan dan langkah kongkrit untuk penyediaan database yang komprehensif dan terintegrasi guna memudahkan validasi data serta pada tanggal 12 Juni 2017 telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia sebagai Bank/Pos penyalur honorarium Atlet, Pelatih dan Pengelola PRIMA sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK.05/2014 tentang Rekening Milik Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja, guna percepatan penyaluran honorarium tersebut.

Melalui siaran pers ini perlu juga Kemenpora tanggapi mengenai pemberitaan di Harian Kompas (15 Juni 2017) mengenai beberapa atlet  (cabang olahraga karate) yang belum menerima honorarium di bulan April dan Mei 2017, dan secepatnya Kemenpora melakukan pengecekan langsung tanggal 15 Juni 2017 pagi (hari ini) dengan pihak KPPN dan konfirmasi ke Bank BRI. Dari pengecekan tersebut diketahui bahwa sejak tanggal 13 Juni 2017 sesuai dengan SP2D ternyata honor tersebut sudah dibayarkan, namun demikian atlet karate yang bersangkutan tidak mengkonfirmasi via ATM melainkan menunggu notifikasi dari SMS Banking. Pada akhirnya diketahui bahwa sejak 2 hari yang lalu ternyata rekening uang sudah tertera di buku rekening mereka yang transfer via SPAN. Meskipun Kemenpora terbuka atas kritik dan koreksi, namun  menghimbau kepada atlet dan official untuk cermat menyampaikan komentarnya di media tanpa data yang akurat.

Juga perlu dijelaskan mengenai peralatan latihan dan tanding, yang saat ini telah dan sedang dilakukan proses pengadaan dengan prioritas cabang olahraga yang dipertandingkan pada Sea Games 2017, dimana 17 cabang olahraga sudah menerima peralatan latihan maupun tanding. Untuk selanjutnya kekurangan yang lain akan dipenuhi sampai dengan pertengahan bulan Juli 2017.

 

--------------

Sekretaris Kemenpora (Gatot S Dewa Broto, HP: 0811898504, Email: gsdewabroto@gmail.com, Twitter: @gsdewabroto).

Juli 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31