Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia

Lakukan Wasping Cabor Panahan, PB PERPANI Target Sumbangkan Medali di Olimpiade Tokyo 2021


Masih dalam rangka pengawasan dan pendampingan (wasping) cabang olahraga pelatnas. Hari Sabtu (26/9) pagi hingga sore, Kemenpora RI melihat langsung proses pelatnas cabang olahraga panahan yang dilaksanakan di Jakarta. Tim panahan Indonesia memang menjadi salah satu andalan untuk mendapatkan medali di Olimpiade Tokyo 2021 nanti. (foto:putra/kemenpora.go.id)
Jakarta: Masih dalam rangka pengawasan dan pendampingan (wasping) cabang olahraga pelatnas. Hari Sabtu (26/9) pagi hingga sore, Kemenpora RI melihat langsung proses pelatnas cabang olahraga panahan yang dilaksanakan di Jakarta. Tim panahan Indonesia memang menjadi salah satu andalan untuk mendapatkan medali di Olimpiade Tokyo 2021 nanti.
 
Sebanyak 8 atlet dan 3 pelatih, menginap di Hotel Marakesh Inn, Jakarta. Para atlet  mulai pukul 05.00 wib pagi, sudah melakukan warning up seperti jogging dan sebagainya di Lapangan Bola Pejompngan, Jakarta. Usai melakukan pemanasan, merekapun kembali ke hotel untuk sarapan. Tampak terlihat,  penerapan protokol kesehatan dilakukan, para atlet dan pelatih sebelum masuk hotel, mereka diharuskan mencuci tangan. 
 
Pukul  06.30 wib, para atlet dan pelatih melakukan sarapan pagi dengan menu makanan ringan seperti snack (sandwich, lemper, susu ultra).  Tepat pukul 08:00 wib, usai sarapan, mereka menuju Lapangan  Panahan GBK Senayan. Setiba di lapangan, para atlet  melakukan latihan fisik, setelah itu, dilanjutkan latihan teknik seperti latihan Shooting dengan  jarak 70 m. 
 
Istirahat pada pukul 12:00-13:30 wib untuk  makan siang dan sholat. Pada pukul 13:30-15:30 wib, dilanjutkan dengan latihan Shooting dengan  jarak 70 m. Setelah itu, pada pukul 15:30-17:00 wib mendapat pembinaan mental training atlet. Pukul 17:00-19:00 wib, istirahat dan pada pukul 19:00-21:00 wib pengecekan alat yang semua ini tentu dengan menetapkan protokol kesehatan. 
 
"Kami menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal seperti jaga jarak, pakai masker dan mencuci tangan," kata  Bidang Organisasi PB Perpani R. Branjangan  di Lapangan  Panahan GBK Senayan, Jakarta, Sabtu  (26/9) pagi. Namun perlu  diketahui, lanjutnya, saat mereka latihan, mereka memang tidak menggunakan  masker,  karena saat memenah, String (tali busur panahan) sangat dekat di pipi dan hidung 
 
Prosedur penerapan Protokol Kesehatan di arena latihan juga dijalankan. Saat memasuki area latihan, para atlet juga di cek suhu, dan setiap alet sudah membawa   Hand Sanitize masing-masing. Dan ini dilakukan setiap hari  dari hari Senin sampai Sabtu. 
 
Terkait Olimpiade Tokyo 2021, yang masih tersisa tiket pada nomor beregu yang akan diperebutkan pada kejuaraan Word Archery mendatang. Branjangan pun berharap di beregu ini tim panahan Indonesia bisa lolos. "Kalau target, kita beharap 8 atlet ini bisa lolos, terutama beregu. Selain itu, kita juga ingin tim panahan kita bisa mengibarkan sang saka merah putih," jelasnya. Ia juga mengatakan bahwa para atlet juga disiapkan nutrisi. "Kami di sini sudah memiliki dokter ahli gizi dan semua atlet  nutrisinya terpenuhi, seperti vitamin, susu dan sebagainya, " ujarnya. (rep)
 
Adapun 8 nama atlet panahan dan pelatih yang menjalani Pelatnas
 
Divisi recurve putra:
1. Hendra Purnama (DIY) 
2. Arief Dwi Pangestu (DIY)
3. Muhammad Hanif Wijaya (Jambi)
4. Ryan Rafi Adiputro (Banten)
 
Divisi recurve putri:
5. Titik Kusumawardani (DIY)
6. Linda Lestari (Kalimantan Tengah)
7. Rezza Oktavia (Papua)
8. Della Berliana Hartanto (Jawa Tengah)
 
Pelatih:
1. Budi Widayanto
2. Nurfitriyana
3. Permadi Sandra Wibowo