Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia

Buka Seminar Kewirausahaan Pemuda, Menpora RI Sampaikan Kiat-kiat Sukses Jadi Pengusaha


Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemen pora RI) bersama Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur, mengadakan Seminar Kewirausahaan dengan tema "Penumbuhan Minat Kewirausahaan Pemuda". Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Bintang Sintuk, Minggu (20/9) pagi tersebut dihadiri oleh Walikota Bontang Neni Moerniani dan dibuka secara virtual dari Surabaya oleh Menpora RI Zainudin Amali.(foto:raiky/kemenpora.gi.id)

Bontang: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemen pora RI) bersama Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur, mengadakan Seminar Kewirausahaan dengan tema "Penumbuhan Minat Kewirausahaan Pemuda". Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Bintang Sintuk, Minggu (20/9) pagi tersebut dihadiri oleh Walikota Bontang Neni Moerniani dan dibuka secara virtual dari Surabaya oleh Menpora RI Zainudin Amali.  

Sebagai salah satu wakil Kaltim di DPR RI yang terus turut serta menginisiasi kemajuan para pemuda, mengikuti secara Zoom Meeting Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian. "Saya sedang di Surabaya Jawa Timur, setelah Keppres keluar langsung jalan memastikan kesiapan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 di berbagai tempat, dan ini enaknya virtual saya bisa kunker di berbagai tempat dari satu tempat, termasuk membuka program prioritas bagi pemuda di Kota Bontang ini," kata Menpora RI. 

Dalam kesempatan yang baik ini, Menpora RI membagikan kiat-kiat sukses untuk menapaki dunia usaha. Kiat-kiat sukses yang disampaikan bukan sekedar teori semata, ternyata sudah berdasarkan pengalamannya menjadi enterpreneur sejak muda hingga sebelum mengemban tugas pengabdian sebagai salah satu Menteri di Kabinet Indonesia Maju yang bertanggung jawab terhadap kemajuan pemuda dan kejayaan olahraga.  

Ada tiga kiat yang harus dipegang teguh sebagai pemula dalam dunia wirausaha. Kesatu, harus fokus. Sebagai orang atau pemuda yang baru memulai harus fokus pada satu bidang usaha, jangan berpikir banyak hal lebih dahulu."Karena tadi ditanya tentang kiat-kiat, sebelum pengabdian saat ini, memang background saya ada di dunia wirausaha. Yang pertama kita harus fokus, mau melakukan apa," ucapnya. 
Kedua, diperlukan konsistensi, artinya jangan mudah berpindah haluan ketika ada kegagalan, terus coba dan coba jangan patah semangat terus cepat berganti jenis usaha. "Jangan hari ini coba jualan bakso, begitu bakso tidak laku pindah bubur ayam, bubur ayam tidak laku pindah jadi tukang tambal ban, tambal ban tidak laku jadi dagang sayur, dan lain sebagainya. Kegagalan harus menjadi suatu pelajaran. Lihat Jack Ma sebagai pengusaha sukses menyampaikan tidak mau belajar dari yang sukses, ia belajar dari yang gagal, supaya tahu kenapa gagal, maka jangan lewat jalan yang gagal itu," tambahnya. 

Terakhir yang ketiga, jalin jaringan. Ide dan gagasan akan mudah terealisasi bila ada pendukung dan itu akan mudah didapat dari berbagai relasi atau jaringan."Masyarakat kita sangat baik, silaturahim dan lain sebagainya dengan masyarakat lainnya, maka itu bisa dikapitalisasi menjadi jaringan," tutupnya. 
Sebagaimana dilaporkan oleh penanggung jawab kegiatan Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Ni'am Sholeh bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar penumbuhan minat berwirausaha yang berbasis komunitas, berbasis daerah, dan kalangan khusus, serta sebagaimana yang disinergikan dengan PT selanjutnya akan diseleksi untuk pada akhirnya diberikan pendampingan dan fasilitasi permodalan. (cah)