Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia

Menpora RI: Gand Design Sangat Penting Buat Pembinaan Olahraga Masyarakat dan Olahraga Prestasi


Pembangunan keolahragaan nasional diperlukan kebijakan sebagai panduan semua stakeholder keolahragaan. Untuk itu telah disusun konsep Grand Design Keolahragaan yang perlu mendapatkan masukan dari banyak pihak. Terkait dengan hal ini, Kemenpora mengelar acara Uji Publik Penyusunan Grand Design Keolahragaan.(foto: egan/kemenpora.go.id)
Jakarta: Pembangunan keolahragaan nasional diperlukan kebijakan sebagai panduan semua stakeholder keolahragaan. Untuk itu telah disusun konsep Grand Design Keolahragaan yang perlu mendapatkan masukan dari banyak pihak. Terkait dengan hal ini, Kemenpora mengelar acara Uji Publik Penyusunan Grand Design Keolahragaan. 
 
Acara uji publik tersebut dibuka langsung oleh Menpora RI Zainudin Amali melalui virtual, Kamis (13/8) pagi, dari Situation Room, Kemenpora, Jakarta. Pada acara tersebut melibatkan KONI, KOI, FORMI, pimpinan cabang olahraga, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, pemerhati olahraga dan lembaga pemerintahan. 
 
Menpora pun mengapresiasi acara ini, menurutnya, grand design olahraga  dijadikan prioritas untuk segera dituntaskan. "Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga dan semua  pihak yang terlerlibat di acara ini. Kami sadar bahwa jalannya  pembinaan olahraga kita  selama ini belum mempunyai satu grand design yang baku dan yang bisa kita jadikan sebagai  pedoman untuk kebugaran masyarakat maupun untuk prestasi olahraga kita," ucapnya. 
 
"Itulah sebabnya, kenapa kami di Kemenpora akhirnya berpikir bahwa  pembinaan olahraga dan juga pembugaran masyarakat melalui olahraga harus lakukan dengan design yang benar, komprehensif, jangka panjang dan berkesinambungan. Dan sekarang ini kita sudah  masuk tahap finalisasi dan segera kita ingin untuk menyampaikan ke publik namun sebelum kita putuskan menjadi grand design,  kita harus lakukan tahapan uji publik dahulu, " sambungnya. 
 
Ia melanjutkan, grand design yang nanti akan dilanjutkan dengan peta jalan, ini sangat penting buat pembinaan olahraga kita, baik untuk olahraga masyarakat maupun olahraga prestasi. Tanpa itu (grand design) jangan kita berharap terlalu banyak tentang kebugaran masyarakat kita, tentang prestasi-prestasi olahraga kita. Dan kita  lakukan ini jangka panjang bukan hanya per even. 
 
"Kebiasaan kita sekarang ini, mempersiapkan atlet kita 3 bulan jelang kejuaraan olahraga, dan ini pasti hasilnya tidak akan bagus. Saya yakin itu dan teman-teman juga meyakini itu, maka kita sepakat buat grand design. Yang masuk di dalam grand design ini adalah sejak masih anak-anak sampai dengan dewasa dan untuk kebugaran setelah lewat masa prestasipun masih dituntut bugar. Apalagi sekarang ini, di masa pandemi kebugaran sangat diperlukan. Salah satu cara untuk bisa terhindar dari virus corona adalah imun kita dan itu bisa dihasilkan dari kebugaran," jelasnya. 
 
"Saya sangat berharap dalam kesempatan ini bapak ibu bisa memberikan kontribusi pemikiran baik pengalaman lapangan, teori-teori, maupun informasi-informasi yang didapatkan dari berbagai sumber informasi. Mudah-mudahan itu bisa memperkaya isi serta membut grand design makin berbobot dan komperhensif.  Dan saya berharap para peserta bisa menghasilkan rekomendasi di acara ini, " tutupnya. (rep)