Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia

Menpora Ikut Peringati Hari Lahir Pancasila Bersama Presiden dan Wakil Presiden Secara Virtual


 Hari Senin (1/6) pagi, Menpora Zainudin Amali mengukuti peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara virtual bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Tayangan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila hari ini disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden. (foto:dok/kemenpora.go.id)

Jakarta: Hari Senin (1/6) pagi, Menpora Zainudin Amali mengukuti peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara virtual bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Tayangan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila hari ini disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden. 

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin hadir dalam upacara peringatan itu. Jokowi mengikuti rapat dari Istana Bogor, Jawa Barat, sementara Ma'ruf dari kediamannya di Jakarta Pusat. Kemudian, hadir pula Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi serta jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju. Dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila itu, Bambang Soesatyo membacakan teks Pancasila dari ruangan pimpinan MPR. Sementara Puan Maharani membacakan teks UUD 1945 dari ruang pimpinan DPR. Sedangkan Menko PMK Muhadjir membacakan doa. Durasi upacara tak lebih dari 30 menit.  

Dalam pidatonya, Presiden mengatakan bahwa pandemi Covid-19 yang melanda saat ini menguji daya juang, pengorbanan, dan kedisiplinan bangsa Indonesia. Wabah ini juga menguji ketenangan dalam mengambil kebijakan yang cepat dan tepat. Namun, menurutnya, Pancasila ibarat bintang yang menjadi pemersatu bangsa dalam melewati ujian itu. 

"Dalam menghadapi ujian tersebut, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap jadi bintang penjuru untuk menggerakan kita semua," kata Presiden. "Juga menggerakan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi," imbuhnya. Pancasila pun memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan bangsa untuk meringankan beban masyarakat. 

Selain itu, kata Presiden, menumbuhkan daya juang rakyat Indonesia untuk mengatasi kesulitan dan tantangan yang sedang dihadapi. Presiden menyebutkan, nilai-nilai luhur Pancasila harus dihadirkan secara nyata dalam kehidupan. Pancasila harus terus jadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan kita. Nilai yang bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah. Nilai yang hidup terus bergelora dalam semangat bangsa indonesia," tutur Jokowi. 

Presiden juga meminta agar seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan. Selain itu dia mengajak penyelenggara negara untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan. (dok)