Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Jalin Kebersamaan di Bulan Ramadan, Menpora Buka Puasa Bersama Atlet SKO Ragunan dan PPLM


Menpora Imam Nahrawi terus menjalin suasana kekeluargaan dan kebersamaan dengan para atlet di bulan Ramadan. Hari Selasa (21/5) petang, Menpora melakukan buka puasa bersama dengan atlet Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan dan Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) di PPPON Cibubur, Jakarta Timur. (foto:satria/kemenpora.go.id)
Jakarta: Menpora Imam Nahrawi terus menjalin suasana kekeluargaan dan kebersamaan dengan para atlet di bulan Ramadan. Hari Selasa (21/5) petang, Menpora melakukan buka puasa bersama dengan atlet Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan dan Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) di PPPON Cibubur, Jakarta Timur.   
 
Menpora yang tiba 10 menit menjelang adzan maghrib berkumandang langsung melihat pertandingan persahabatan yang diselenggarakan karyawan dan pegawai di PPPON Cibubur. Menpora terlihat begitu asyik mengobrol dengan pelatih dan memberikan semangat kepada pemain yang masih bertanding. 
 
Usai menyaksikan pertandingan, Menteri asal Madura Jawa Timur ini langsung melangkahkan kakinya menuju ruang makan dimana tempat para atlet SKO dan PPLM berkumpul untuk menjalankan buka puasa bersama. "Assalammualaikum, karena waktunyapas dengan maghrib, silahkan kalian semua untuk berbuka," sapa Menpora yang baru memasuki ruangan. 
 
Ingin memastikan makanan untuk buka puasa para atlet layak, Menpora berkeliling ke masing-masing meja untuk melihat para atlet menikmati makanan buka puasa yang sudah disediakan. "Saya melihat dan ingin memastikan langsung, makanan yang di makan para atlet untuk berbuka puasa sangat layak, dan alhamdulillah mereka semua menikmatinya," katanya. 
 
Selain soal makanan, Menteri yang hobi bermain bulutangkis ini juga ingin memastikan uang saku para atlet dan nasib pelatih juga tidak ada masalah. "Saya senang karena soal uang saku sudah selesai, saya minta ke Asdep agar sebelum tanggal 27/5 semuanya harus selesai. Saya juga berpikir keras agar para pelatih ini terus diperhatikan nasibnya," ujarnya   
 
Menpora juga ingin penggunaan gedung POPKI untuk pihak luar agar diperkecil dan diberikan waktu bagi atlet-atlet yang berlatih di sini. Termasuk pemanfaatan Rumah Sakit Olahraga agar dimanfaatkan sebaik mungkin untuk para atlet yang ada di sini. 
 
"Tidak mudah bagi adik-adik masuk SKO Ragunan, maka kalian harus bersyukur dan semangat untuk bisa mmbuktikan SKO ragunan jadi yang terbaik di Indonesia. Kehadiran kalian harus menjadi inspirasi bagi teman-teman lain yang ada di masyarakat," kata Menpora didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Bayu Rahardian. (amr)