Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diberitahukan bahwa saat ini Call Center Kemenpora (1500 928) sudah aktif kembali.

Menpora: Saya Ingin Madiun Jadi Destinasi Wisata Pencak Silat Dunia

Sabtu, 18 Maret 2017 23:43:00

Menpora Iman Nahrawi berkunjung ke Pendopo Kabupaten Madiun. Kunjungan ini dalam rangka menjadikan Kabupaten Madiun menjadi Kota Pencak Silat. Tiba di Pendopo Kabupaten Madiun Sabtu (18/3) malam. Menpora beserta istri Shobibah Rohmah dan didampingi Asdep Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Teguh Raharjo dan Staf Khusus Pemuda Menpora Bidang Kepemudaan Zainul Munasichin disambut Bupati Madiun Muhtarom.(foto:bagus/kemenpora.go.id)

Madiun: Menpora Iman Nahrawi berkunjung ke Pendopo Kabupaten Madiun. Kunjungan ini dalam rangka menjadikan Kabupaten Madiun menjadi Kota Pencak Silat. Tiba di Pendopo Kabupaten Madiun Sabtu (18/3) malam. Menpora beserta istri Shobibah Rohmah dan didampingi Asdep Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Teguh Raharjo dan Staf Khusus Pemuda Menpora Bidang Kepemudaan Zainul Munasichin disambut Bupati Madiun Muhtarom.

Menpora menyampaikan, tujuan kami berkunjung ke Madiun untuk menjadikan 
Madiun sebagai destinasi wisata silat dunia. "Kita ini punya keunggulan  yang tidak dimiliki oleh negara lain dalam cabang olahraga. Khususnya olahraga tradisional yang sekarang sudah menjadi olahraga prestasi dan sudah di akui pada tingkat dunia. Meskipun belum dipertandingkan di olimpiade tetapi di Asian Games 2018 akan dipertandingkan. Semoga di olimpiade bisa dipertandingkan," ucapnya.

Pencak silat lahir dari Indonesia  yang berkembang di seluruh nusantara, bahkan negara lain ingin mengakuinya sebagai bagian dari sejarah lahirnya pencak silat. "Setiap saya keluar negeri, saya selalu mengkampayekan pancak silat, tarung derajat dan  sepak takraw. Sedangkan olahraga lainnya sudah sangat berkembang dan sudah  punya negara masing-masing. Seperti karate, taekwondo, judo dan sebagainya," lanjutnya.

Menurut Menpora, berangkat dari itu, ketika Jepang dan China ingin ekspansi untuk memasarkan produk-produknya tidak hanya dengan perdagangan yang wajar dan dengan komunikasi bilateral antar negara dan swasta tetapi expansinya lewat olahraga yang dimiliki oleh mereka. Karena itu, pencak silat Indonesia harus lebih di kuatkan lagi. Bawah pencak silat adalah sebuah komitmen besar dari pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk di kembangkan tidak hanya sebagai olahraga prestasi tapi menjadi industri.

"Pencak silat adalah industri besar. Tentu di semua daerah ada tapi sepengetahuan saya Madiun layak sebagai kampung silat dunia. Karena Madiun mempunyai sejarah yang begitu panjang dengan tragedi-tragedi masa lalu tapi juga punya banyak cerita bagaimana pencak silat yang ada di Madiun. Semua mengenal bahwa sikat ada di Madiun. Kalau ini kita dorong bersama-sama dengan Menteri Perindustrian menjadikan sebagai induatri baru dan juga mengembangkan pencak silat sebagai bagian industri olahraga nasional," ucapnya.

Menpora menyampaikan, kampung silat dunia yang ada di Madiun betul-betul berangkat dari niat yang tulus untuk masa depan  bangsa dan untuk  generasi setelah kita. "Silat bukan tempat untuk bertarung dan berkonflik  tapi silat adalah tempat untuk mempersatukan dan sekaligus mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia," tutupnya.

Di Madiun sendiri ada sebelas perguruan pencak silat antara lain Persaudaraan Setia Hati Terate, Persuadaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo, Persaudaraan Setia Hati Tuhu Tekad, IKS Kera Sakti, Ki Ageng Pandan Alas, Tapak Suci, Pro Patria, Persinas ASAD, Merpati Putih, Pagar Nusa dan Cempaka Putih. Di akhir acara Menpora disuguhkan atraksi dari 11 Perguruan Silat. (rep)
Bookmark and Share
Desember 2000
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31