Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Menpora Dukung Perkumpulan Sepakbola Sosial UNI PAPUA Gelar Festival Football For Peace Indonesia 2017

Rabu, 11 Januari 2017 16:00:00

Perkumpulan Sepakbola Sosial UNI PAPUA yang diketuai Harry Widjaja, Manager Andi Hartono, Operasional Isak Kogoya bersama Pelatih Demianus Howay hari Rabu (11/1) sore diterima Menpora Imam Nahrawi di Kantor Menpora lantai 10 Senayan, Jakarta.(foto:raiky/kemenpora.go.id)

Jakarta: Perkumpulan Sepakbola Sosial UNI PAPUA yang diketuai Harry Widjaja, Manager Andi Hartono, Operasional Isak Kogoya bersama Pelatih Demianus Howay hari Rabu (11/1) sore diterima Menpora Imam Nahrawi di Kantor Menpora lantai 10 Senayan, Jakarta. 
 
Didampingi Staf Khusus Olahraga Taufik Hidayat dan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Menpora menyampaikan gerakan ini membantu pembentukan karakter moral pemuda untuk perdamaian, pihaknya akan dukung dan akan melakukan kerjasama.
 
"Terkait festival Football For Peace Indonesia Festival 2017 nantinya harus ada follow up rapi di media sehingga semangatnya tidak hanya untuk menang-kalah, selain perdamaian juga semangat kebangkitan sepakbola tanah air," tegas Menpora.
 
Menpora berharap even ini dapat  menjadi model diplomasi baru Sepakbola baik di Asia dan dunia sama dengan Presiden yang memiliki rencana besar untuk menjadikan Papua sebagai Provinsi Sepak Bola. "Ke depan harus ada ekshibisi UNI PAPUA melawan Sekolah Sepak Bola (SSB) agar menjadi model dan sentuhan baru di turnamen serta kelola dengan baik supporternya," ucap Menpora.
 
Harry Widjaja menyampaikan Uni papua saat ini telah ada 50 komunitas sepakbola sosial di seluruh Indonesia. UNI PAPUA berbasis di Pegunungan Tengah Puncak Jaya."Awal mulanya kami bentuk di Kota Biak, hingga saat ini telah banyak turnamen yang kita ikuti baik di Asia dan negara Eropa," ujar Harry.
 
Pihaknya tahun 2010 berkorespondensi dengan FIFA dan 2014 mendapat keanggotaan Football for Hope yang pertama di Indonesia serta mendapat dana CSR. "Surat dari FIFA itu sampai ke PSSI pak tapi hingga saat ini tidak ada endorsement padahal dokumen kami lengkap semua," keluhnya saat memperkenalkan UNI PAPUA yang juga anggota dari Save Football World yang berbasis di Jerman.
 
"Tahun 2017 ini project kami bersama FIFA adalah meng- upload suku-suku asing yang masih banyak di Indonesia melalui sepakbola serta meng-endorse sepakbola dari angel yang lain, contoh suku saat ini misalnya suku Elseng yang masih nomaden di pedalaman Jayapura," urainya.
 
Kepada Menpora, Harry menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang berjuang dan membentuk gerakan baru Sepakbola Sosial yang ditangkap komunitas Sepakbola Indonesia di Eropa. "Tahun 2015 telah terbentuk UNI PAPUA-Finlandia dan telah menggagas sepakbola sosial untuk Finlandia dan mendapat award UNI PAPUA-INDONESIA RI yang independen dan masih banyak lagi, di sini anak anak kami doktrin pembentukan karakter dari isu sosial yang melibatkan masyarakat," jelas Harry.
 
Kepada Menpora, Harry juga meminta dukungan Menpora dalam acara Football For Peace Indonesia Festival 2017 (sepakbola 7 lawan 7) pada 25 Januari yang akan diikuti 22 negara peserta yang diwakili kedutaan besar masing masing negara di Jakarta. "Melalui acara ini kami akan gunakan sebagai football diplomasi dan football tourism serta memperkenalkan tradisi Papua," ujarnya. (ben)
Bookmark and Share
Desember 2000
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31