Rabu, 18 Januari 2017, 14:55 WIB
Preview Salam pramuka
 
500 Anggota Pramuka Ikut Acara “Membasuh Kaki Ibu” Secara Massal di Cibubur

Foto
Dalam rangka memperingati Hari Ibu 22 Desember 2016, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyelenggarakan acara “Membasuh Kaki Ibu” secara massal di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (21/12). Acara ini diikuti sebanyak 500 anggota Pramuka dari berbagai wilayah yang ada di Jabodetabek.(foto:dok/kwarnas)

Rabu, 21 Desember 2016, 12:00 WIB

Jakarta: Dalam rangka memperingati Hari Ibu 22 Desember 2016, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyelenggarakan acara “Membasuh Kaki Ibu” secara massal di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (21/12). Acara ini diikuti sebanyak 500 anggota Pramuka dari berbagai wilayah yang ada di Jabodetabek.
 
Berdasarkan pantuan di lokasi, para ibu tak kuasa menahan haru saat anak-anak mereka membasuh kakinya dengan botol air mineral dan mengelapnya. Ketika sang anak mencuci kaki, para ibu pun mendekap mereka dari atas kursi.
 
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault mengatakan, acara ini bertujuan mengajak anak-anak sekolah untuk dapat menjadikan ibu sebagai sosok pahlawan. Menurut dia, seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin cepat seperti sekarang ini, rasa kebersamaan dan interaksi sosial sesama keluarga sudah mulai menghilang.
 
“Kegiatan membasuh kaki ibu akan mengingatkan bahwa jasa ibu sangatlah besar, karena anak-anak muda kita ini sudah mempunyai idolanya sendiri namun bukan orangtuanya, itu terjadi akibat perkembangan zaman,” kata Kak Adhyaksa
 
Kak Adhyaksa menjelaskan, anak-anak muda sudah sering sekali mendapatkan pembelajaran atau apapun dari budaya luar tanpa difilter sehingga timbul kesenjangan anak kepada orangtua. “Sekarang kita tes, siapa yang mempunyai foto orang tuanya di dompet, mungkin untuk saat ini sudah jarang,” ucapnya.
 
Kak Adhyaksa berharap kegiatan positif ini bisa terus diadakan setiap tahun dan bisa diikuti oleh daerah-daerah lain.
 
“Ini kan acara pertama, nantinya setiap tahun kita pikirkan terus ini bisa dapat berjalan, dan sebenarnya ada 1000 yang mau ikut, tapi hanya 500 saja karena kapasitas tempat, intinya sekali lagi ini bentuk membangun idola orang tua, karena norma dasarnya, ibu itu adalah wakil tuhan,” tandasnya. (pramuka.or.id)

Site Map